Anas Al Lubab – Wartawan golagongkreatif.com
Selusin lebih satu kumpulan cerpen Rendra di buku ini dibuat berdasarkan rentang waktu tahun 1950-1960-an. Sebagaimana pernyataan Edi Haryono (penyunting buku ini) dalam pengantarnya, mungkin pembaca tidak banyak tahu sekaligus akan terhenyak mendapati Rendra yang selama ini lebih akrab kita kenal sebagai maestro penyair atau pelaku seni peran terkemuka, ternyata juga pernah menjadi cerpenis yang cukup produktif di zamannya, meskipun pada akhirnya Rendra lebih memilih tenggelam di dunia pentas dan kepenyairan yang membesarkannya.

Menurut Haryono, penerbitan buku ini pun sesungguhnya atas rekomendasi Rendra sendiri kepadanya sebagai orang yang pernah menulis biografi Rendra, Rendra menyatakan bahwa sebagian cerpen-cerpennya di buku ini merupakan jejak rekam kisah hidupnya di masa lalu yang mungkin perlu juga diketahui pembaca disamping biografinya, sekaligus untuk menengok gairahnya pada saat itu yang menggebu ingin segera meraih popularitas sebagai penulis. Kita tahu hingga kini penerbitan karya cerpen yang lebih diterima pasar dibanding puisi, membuat cerpenis lebih cepat dikenal ketimbang penyair. >>> ke halaman berikutnya


