Resensi Buku: Gaya Cerita Rendra

Bagi pembaca sastra generasi milenial dewasa ini, menekuri cerpen-cerpen Rendra di buku ini pasti akan merasakan sensasi citra-rasa berbahasa tahun 60-an yang unik dan berbeda, bahkan mungkin terkesan rancu tak enak dibaca. Tapi disitulah nikmatnya, kita bisa mencicipi dan mempelajari gaya bahasa dan teknik bercerita Rendra tahun 60-an yang mengangkat pelbagai persoalan saat itu; dari mulai bahasan tentang cinta remaja, hingga pernak-pernik kehidupan sosial lainnya.

Gelegak masa muda Rendra berhasil menyuguhkannya cerita perkembangan manusia di zamannya dengan liar dan bebas terkadang terkesan “nakal” tanpa terperosok pada hal-hal berbau sarkasme dan pornografi, namun justru berhasil menyelipkan kekuatan pesan moral lewat karakter dan dialog-dialog antar tokoh rekaannya.

Soal cinta misalnya, bisa kita tengok pada cerpen Pacar Seorang Seniman, yang menjadi judul buku ini, berkisah tentang seorang perempuan yang rela dicibir sebagai perawan tua lantaran cinta mati terhadap moralitas seorang seniman lukis yang meninggalkannya untuk selamanya menghadap Tuhannya. Melalui cerpen ini, seakan Rendra tengah mengingatkan kita untuk tidak tertipu penampilan. >>> ke halaman berikutnya

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==