Traveling, Menulis Buku, dan Membangun Rumah Dunia

Aku terobsesi dengan lagu “Dari Sabang sampai Merauke”. Itu membuat saya berimajinasi tentang pulau-pulau, kota-kota, dan penduduknya yang beragam di Indonesia. Kemudian keinginan yang sangat mengganggu aktivitas keseharianku itu aku wujudkan di semester 7 (1985) Fakultas Sastra UNPAD Bandung.

Aku mengundurkan diri karena banyak meninggalkan kuliah dan nilai-nilai mata kuliahnya pun jeblok. Itu akan memakan waktu lama dan menghilangkan kesempatan emas dalam situasi global waktu itu. ku melihat dunia kreatif di luar kapus lebih menantang untuk ditekuni. Untuk ilmu sasatranya, aku rasa bisa aku praktikkan dan cari lagi. Aku juga punya sertifikat komputer Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika jika nnati melamar pekerjaan.

Aku sandang ransel. Aku susuri bumi Indonesia selama 2 tahun. Kota demi kota. Setiap jengkalnya. Bagiku itu adalah riset lapangan setelah selama ini aku hanya riset pustaka dari buku yang aku beli atau di perpustakaan kampus.

Aku tidur di terminal, stasiun kereta, teras masjid, di pasar, di losmen murah, di gardu ronda. Aku menggelandang. Aku gali akar kehidupan. Aku konfirmasi apa-apa yang aku dapat di kampus ke jalanan. Ketika aku sendirian menelan rindu rumah di tengah malam, aku menulis puisi. Setiap menemukan peristiwa, aku tulis di buku harianku. Jika buku-buku harianku sudah membebani ransel, aku kirim ke rumah lewat pos.

Begitulah proses kreatifku. Setelah berada di rumah, Emak menunjukkan dus-dus berisi buku harianku di ruang paviliun. Itu adalah harta karun kata-kata yang kemudian menjadi ratusan buku yang kalian baca dan mewujud jadi Rumah Dunia di Kota Serang, Banten – sebuah wadah anak muda belajar jurnalistik, sastra, dan film.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==