Dita Si Cepat Kaki Ringan Tangan

Pagi itu, langit masih kelabu dan jalanan kompleks masih sepi. Ibu Ratna terpeleset di depan rumahnya saat hendak mengambil koran. Tangannya memegangi pinggang, wajahnya meringis.

Belum sempat tetangga lain menyadari, Dita — gadis SMA yang tinggal dua rumah dari sana — sudah berlari kecil menghampiri. “Ibu nggak apa-apa? Saya bantu, ya,” katanya sambil sigap menopang Ibu Ratna ke kursi teras.

Beberapa menit kemudian, Dita datang kembali membawa air hangat dan balsem. Dia juga mengecek apakah perlu memanggil Pak RT atau meminjam motor untuk antar ke klinik.

Bukan pertama kali Dita seperti ini. Minggu lalu ia membantu Bapak tua menuntun gerobak, dan sebelumnya lagi ia menggantikan jaga warung tetangga yang mendadak harus ke rumah sakit.

Di lingkungan itu, nama Dita dikenal bukan karena gaya atau prestasi akademik semata, tapi karena ia adalah perwujudan nyata dari peribahasa: “Cepat kaki, ringan tangan.” Gesit bertindak, ringan membantu — tak menunggu diminta.

Tim GoKreaf/ChatGPT

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==