Sewaktu muda, darahku mudah menggelegak dan energiku berlebihan. Itu karena setiap selesai salat subuh, aku lari pagi mengelilingi alun-alun kota Serang.
Bahkan ketika di Bandung, aku lari dari Cikutra ke Dago Pakar, terus ke Maribaya setiap Minggu pagi. Itu karena aku ingin jadi juara dunia badminton. Alhamdulillah, aku juara badminton di Asian Para Games (Solo, 1986) dan Jepang (1989)

Foto di atas ini ketika aku nebeng tidur di kantor polisi, Polres. Ada sel kosong, aku tidur di sana. Dengan alas sleeping bah, nyaman sekali. Kemudian aku diajak main badminton dan tentu aku tantang jagoan mereka dengan taruhan uang.
Januari 2026 nanti, setelah amanahku selesai sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025, insya Allah, aku dan 2 anakku, backpacking k IndoChina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.
Semoga Allah SWT memudahkan segala rencana ini…


