Oleh: Alfianus Nggoa
Yang ada hanyalah tilikan-tilikan dari pinggir atas jamak-lebatnya realitas. Bahwasannya esensi serius suatu hal ditemukan lewat sentilan, refleksi, celotehan, dan argumentasi-argumentasi pinggiran tentang kesehari-sederhanaan hidup manusia. (Elvan, III)

Saya mengutip apa yang dinarasikan oleh Elvan de Porres (selanjutnya: EdP) dalam catatan pembuka kumpulan esainya. Kutipan pembuka ini disengajakan agar mampu menuntun pembaca melewati kabut-kabut kegamangan hidup yang kian absurd. EdP, menggiring kita menuju lapangan cakrawala berpikir yang sistematis dan terstruktur melalui cara yang sederhana tetapi tidak menggurui. Hal ini nyata melalui sentilan-sentilannya tentang manusia yang seringkali tak mampu meletakan isi kepala pada tempatnya.


