Ya, jika persoalannya hanya bisa melihat masalah tidak harus menjadi anggota dewan. Orang seperti saya juga bisa. Tetapi, bukankah yang penting dari itu apa yang sudah dan sedang mereka lakukan untuk perbaikan Kota Serang. Track record itu yang menjadi pijakan. Lalu, gagasan besar apa yang akan direalisasikan. Hal inilah yang tidak terjadi dalam kegiatan diskusi tersebut.

Maaf, saya menduga dari apa yang mereka sampaikan lalu saya tangkap justru politikus muda tersebut sejatinya tidak paham atas banyaknya masalah yang terjadi di Kota Serang. Saya melihat, mereka hanya politikus muda yang didorong oleh keinginan orang tua, atau keinginan keluarga karena sebelumnya orang tua atau keluarganya sudah lebih dahulu duduk di parlemen.

Jika itu benar yang terjadi, ya jangan tinggi-tinggilah menyamakan diri dengan tiga tokoh funding Father’s. Terlalu berlebihan. Justru, aprioritik saya, jika anak-anak muda yang berhasil menduduki anggota dewan dengan kapasitas yang saya dengar dari hasil diskusi tersebut, justru yang terjadi Kota Serang bisa jadi lebih mundur.

Mengapa saya mengatakan demikian. Alasannya, pertama, politikus muda rentan goyah apalagi tidak memiliki prinsipel dalam dirinya. Kedua, mereka minim pengalaman. Jika mereka tetap terpilih pasti akan ikut dengan keputusan senior di partai. Terakhir, mereka, politikus muda minim gagasan dan solusi (*)


