
Mereka menyandang label anak muda yang seolah-olah dengan kemudaannya akan bisa banyak melakukan banyak hal. Akan mudah merekonstruksi kekurangan bahkan masalah yang saat ini ada di Kota Serang.

Untuk itu, politikus muda tersebut dengan bangga meminjam sejarah anak muda sebagai simbol perlawanan di zamannya yang pernah berhasil membawa bangsa ini merdeka dari jajahan. Seperti Bung Karno, Syahrir, Muhammad Hatta.

Saran saya, mereka, politikus muda harusnya lebih banyak berkaca diri. Mengapa saya katakan begitu. Ya, selama saya mengikuti diskusi dari awal sampai selesai, saya tak menemukan gagasan yang menarik dan solutif dari apa yang disampaikan mereka untuk Kota Serang.

Ketika politikus muda mengutarakan alasan dirinya mencalonkan diri sebagai anggota dewan karena melihat Kota Serang banyak pengemis, tertinggal, tidak maju. Lalu tergerak ingin membenahi. Saya sebut itu bukan gagasan.


