Aku bukan Pengangguran Terselubung!

Di atas merupakan sajak yang ditulis oleh W.S Rendra. Setiap kali aku membacanya selalu merasa merinding dan ngilu, khawatir mendapatkan kenyataan seperti yang diutarakan oleh Rendra.

Pikiran tentang seorang sarjana yang mendapati kenyataan bahwa hidup begitu berat—pada saat pulang ke kampung halaman—tidak ada yang bisa diperbuat, sebab sudah begitu asing dan lebih senang berkecimpung dalam teori.

Pada Selasa, 26 Juli 2022 aku baru saja menyelesaikan acara yudisium penetapan nilai mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab. Aku datang ke acara tersebut pagi sekali—suasanya haru sedang menyelimuti.

Ratusan mahasiswa FUDA duduk perjurusan. Aku duduk di bangku urutan kedua, itu artinya nilainya lumayan baik. Kalau nilainya rendah akan ditempatkan di bangku paling belakang karena pemanggilan yudisium berdasarkan IPK.

Walaupun begitu, aku sama sekali tidak merasa bangga dan bersikap biasa-biasa saja. Dengan khusu, aku menyimak khtubah dari Dr. Muhammad Hudaeri dan Dr. Bajari. Dua doktor itu menyampaikan kepada kami yang intinya hidup di masyarakat harus lebih tahan banting.

Kemudian mereka menyampaikan bahwa dengan ilmu semua kebahagiaan dapat dicapai dengan baik. Sisanya, dua doktor ini memuji-muji sarjana muda yang lulus di Fakultas Ushuluddin dan Adab.

Sampai acara ini selesai, aku masih kepikiran tentang sajak Seonggok Jagung karya W.S Rendra akankah aku kikuk saat tiba di tengah-tengah masyarakat? Barangkali bisa iya, bisa juga tidak.

Namun, yang membuatku kaget bukan kepalang adalah saat Gol A Gong mengucapkan selamat kepadaku. Ada sebuah celetukan yang membuatku sedikit terganggu, yaitu pengangguran terselubung.

Memang betul, saat pertama kali mendapat gelar Sarjana Humaniora (S.Hum) pada 21 Desember 2021, aku belum memiliki pekerjaan yang pasti—terkadang masih hutang sana-sini.

Adapun bekerja pernah dipermasalahkan, sebab aku dituduh numpang singgah di Rumah Dunia. Oh Tuhan, haruskah aku menyudahi gelar pengangguran terselubung dengan tempo yang sesingkat-singkatnya?

Kita lihat saja nantu, ya! *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==