Aku dan Forum TBM

Seleraku langsung hilang ketika ada oknum dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten meneleponku. Dia menawariku dana hibah Rp 25 juta asalkan transfer Rp 6 juta. Aku langsung menolaknya. Agak aneh. Pak Danu dari Kemdikbud RI menawariku langsung, tapi kemudian ada telepon dari oknum Dindik Provinsi Banten. Saat itu, aku dan para relawan Rumah Dunia sedang gencar-gencarnya mengkritik kinerja para pejabat di Provinsi Banten yang sangat kuat aroma KKN.

Kemudian pada 2005, Pak Danu memintaku untuk jadi nara sumber di FGD Literasi, yang dihadiri oleh para pegiat literasi. Tempatnya di Hotel Maharani, Pasar Minggu. Aku dan Firman datang. Ada Agus Munawar, Wien, Ariful, dan lupa lagi, entah siapa. Saat itu juga aku ditawari lagi untuk memimpin gerbong taman bacaan masyarakat.

Rencananya akan ada Munas pertama taman bacaan masyarakat. Tempatnya di Solo. Aku masih bekerja di RCTI. Pada saat yang bersamaan, aku diundang Forum Lingkar Pena Mesir. Aku, Pipiet Senja, Ustadz Faudzul Adhim, dan Irwan Kelana (wartawan Republika) berangkat ke Mesir.

Ya, aku memilih ke Mesir. Aku belum berminat bergabung dengan pemerintah, karena pada saat itu masih kuat indikasi KKN dan main proyek. Tapi Rumah Dunia mengirimkan Firman Venayaksa sebagai perwakilan.

Kemudian aku mendengar kabar, bahwa para pengelola taman bacaan masyarakat bersama Kemdikbud RI mendirikan Forum Taman Bacaan Masyarkat. Organisasi PP Forum TBM 2005-2010 terbentuk. Zulkarnaen dari Dewan Masjid Indonesia terpilih sebagai Ketua Umum.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==