Dopamin, hormon yang memengaruhi perasaan senang dan motivasi, berperan besar dalam membentuk kebiasaan. Kita tidak hanya merasa puas saat menerima hasilnya, tetapi juga saat menantikan pengalaman tersebut. Antisipasi inilah yang memotivasi kita untuk bertindak.
Clear menjelaskan bahwa keinginan untuk melakukan sesuatu lebih kuat daripada kesenangan yang didapatkan. Contohnya:
- Antusiasme membeli smarphone baru biasanya lebih besar daripada kesenangan saat memilikinya.
- Menantikan jalan-jalan biasanya lebih menarik daripada pengalaman jalan-jalan itu sendiri.
Untuk membuat kebiasaan lebih menarik, clear menjelaskan bahwa kita bisa mengaitkannya dengan sesuatu yang kita nikmati. Strategi ini dikenal sebagai “temptation bundling” atau paket godaan, yaitu menggabungkan kebiasaan yang harus dilakukan dengan aktivitas yang menyenangkan. Contoh:
- Mendengarkan podcast favorit sambil mengerjakan tugas kuliah.
- Menonton youtube sambil membersihkan tempat tidur.

Menurut Clear, kita lebih mungkin merasa suatu perilaku menarik bila dapat melakukannya sambil melalukan sesuatu yang kita sukai. Paket godaan ini juga bisa kita gabungkan dengan strategi memupuk kebiasaan yang dijelaskan di bab 5. Clear memberikan 2 rumus di bab ini:
- Setelah (KEBIASAAN SEKARANG), aku akan (KEBIASAAN YANG PERLU DILAKUKAN).
- Setelah (KEBIASAAN YANG PERLU DILAKUKAN), aku akan (KEBIASAAN YANG DIINGINKAN).
Contoh penerapannya bisa kita pakai sebagai contoh berikut:
- Setelah mengerjakan tugas kuliah (kebutuhan), aku akan menonton series Netflix (keinginan)
- Setalah olahraga selama 30 menit (kebutuhan), aku akan bersantai sambil scroll tiktok (keinginan).
Bab ini mengajarkan bahwa membuat kebiasaan menarik adalah kunci untuk membangun dorongan internal yang kuat. Dengan strategi yang tepat, kita dapat menciptakan kebiasaan yang terasa tidak dapat ditolak.
Paket godaan adalah satu cara untuk menciptakan versi kebiasaan yang dilebihkan dengan menghubungkan dengan sesuatu yang sudah Anda inginkan.



