Awang sebagai moderator memberi ilustrasi, bahwa penggunaan QRIS di Banten trennya sedang meningkat. “Pelanggan Pelita Advertising yang menggunakan QRIS sudah 30 persen dan sisanya menggunakan uang tunai,” kata Gufron, owner Pelita Advertising.


Namun pembayaran QRIS ini masih asing di telinga masyarakat sehingga butuh proses sosialisasi. Menurut Gufron kadang ada kendala tersendiri saat menggunakan pembayaran QRIS sebab kita harus cek transaksi uang yang masuk.


Masalah itu dijawab langsung oleh Orchides dan Dinanda bahwa pihak Bank Indonesia khususnya provinsi Banten sedang berupaya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, di antaranya menjauhkan dari sifat penipuan yang sedang marak menggunakan QRIS.

“Bank Indonesia sangat mendukung setiap pembayaran. Salah satunya menggunakan QRIS. Qris adalah satu QR distandarisasikan, di setiap aplikasi mempunyai Qris masing-masing, dapat mempermudahkan UMKM,” kata Dinanda.

“Daftar Qris gratis tanpa pungutan biaya. Tetapi jika mempunyai rekening ada biayanya, karena syarat membuat Qris mempunyai KTP, rekening dan no hp yang aktif,” sambungnya.

Setelah selesai acara ini dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah untuk orang yang bertanya dan juga orang yang mau mencoba menggunakan QRIS. Tidak lupa, acara intinya adalah buka bersama.
Serang, 11 April 2023
Andini Zeni Fristiantry




[…] Bank Indonesia Banten Kenalkan QRIS di Nyenyore Rumah Dunia – Gol A Gong Kreatif: Kata & imajina… pada Pemanfaatan Sampah Organik dan Non-organik di Nyenyore Rumah Dunia […]
[…] Bank Indonesia Banten Kenalkan QRIS di Nyenyore Rumah Dunia – Gol A Gong Kreatif: Kata & imajina… pada Pemanfaatan Sampah Organik dan Non-organik di Nyenyore Rumah Dunia […]