Tapi itu saat saya di kelas 5 SD hingga 3 SMP. Biasanya setelah membaca cerbung-cerbung di Kompas tahun 1975-79, saya menulis ulang dengan mengganti nama dan setting lokasinya. Kadang tulis tangan atau mesin ketik yang sesekali Bapak pinjam dari sekolah.

Hanya Bapak berpesan, “Awas, tidak boleh dikirim ke koran atau majalah! Kalau dikirim, itu jiplak beneran!”

Saya nurut. Tapi, metode ini ampuh. Pada akhiirnya, saya menemukan sendiri karakter saya sebagai penulis. Saya rasa itu alamiah dan berproses.
Gol A Gong

Halaman: 1 2

