Setelah sampai, kami di sambut hangat oleh Ibu Mursidah Waty, pemilik Karawo Q Batik. Di rumahnya, ada banyak karawo yang sudah dibuat baju dengan model yang kekinian. Sangat elegan dengan sulaman karawo.

Aku dan teman-teman dijelaskan terlebih dahulu mengenai proses membuat karawo. Mulai dari proses membuat desain, sampai menyulam.

Setelah dijelaskan, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima orang dan satu mentor. Aku mendapat mentor anak SMK yang baru belajar membuat karawo 2 minggu yang lalu.

Dia mengeluarkan satu map transparan yang berisi kertas yang sudah digambar, kain yang sudah diiris, jarum, benang, widangan dan kater. Hanya itu alat yang digunakan untuk membuat karawo, selebihnya skill yang mumpuni.

“Sebelum disulam, kita harus mengiris serat terlebih dahulu. Tiga serat diiris, tiga tidak, begitu seterusnya. Kalau sampai empat serat yang teriris, ganti kain baru,” katanya menjelaskan.
Aku dan teman-teman kelompok menyulam dengan motif daun paku. Setelah dicontohkan oleh mentor, kami mencoba meyulam bergantian. Prosesnya sangat rumit dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.


