Salah satu buku yang wajib dibaca untuk calon penulis adalah buku karya Alif Danya Munsyi berjudul “Jadi Penulis? Siapa Takut! (Arahan Mudah Menulis Berita, Puisi, Prosa, dan Drama dalam Bahasa Indonesia yang Pas)”. Buku ini tidak hanya akan menjawab pertanyaan di atas. Tapi lebih dari itu. Buku ini, sebagaimana ditulis dalam judulnya, berisikan tips menulis dan langkah apa saja yang mesti ditempuh bagi seorang penulis untuk memahami dunia kata-kata.

Alif Danya Munsyi atau yang mempunyai nama pena Remy Sylado ini dengan gamblang dan runut menulis dalam tiap bab-nya tentang berita, puisi, prosa dan drama. Di mana itu semua merupakan dunianya.
Dengan gaya penulisan pada tiap paragrafnya diberikan nomor, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami tulisan Remy Sylado yang selalu asyik untuk dibaca. Remy mengingatkan, bahwa menulis adalah persoalan seberapa banyak dan sering kita membaca dan juga kemauan untuk menyelesaikan tulisan. Remy menulisnya tanpa terkesan menggurui. Misalnya begini:

(35.) Yang kita urus dengan sungguh hati dalam diri kita adalah soal kemauan tadi. Dengan kemauan tersebut kita melatih diri melalui bacaan-bacaan yang tersedia sembari dengannya mengumpulkan sebanyaknya kata dari khazanah bahasa, serta menimba pengalaman-pengalaman batin dari yang kita amati dan kita hayati, menjadi ilham yang tersimpan dalam daya ingat kreatif kita. Sewaktu-waktu ilham itu kita perintahkan untuk datang menjadi kekuatan dalam tulisan kita (hal 7).

Atau kita hendak belajar soal puisi? Dalam buku ini juga disajikan bagaimana puisi-puisi yang pernah ditulis oleh Bung Karno, Imam Bonjol hingga puisi Subagio Sastrowardoyo sebagai contoh dan diulas secara singkat oleh Remy Sylado lengkap dengan informasi di media mana puisi-puisi itu pernah terbit.

Nah, berikut ini puisi karya Bung Karno yang ditulis pada 1928, dimuat oleh Suluh Muda Indonesia (Maman S. Tegeg, Puisi-Puisi Revolusi Bung Karno, halaman 105):
Nasionalisme
nasionalisme kita
adalah nasionalisme yang
membuat kita menjadi
perkakasnya Tuhan
dan membuat kita menjadi
hidup di dalam roh (hal 67).

Sangatlah tidak berlebihan kiranya jika saya menyebut buku ini sebagai rekomendasi bagi anda yang ingin belajar soal menulis. Juga sangat cocok dibaca bagi guru menulis yang ingin mengembangkan wawasan pengetahuannya terkait menulis dari buku Remy Sylado ini. Sebab kita tahu Remy Sylado merupakan penulis yang serba bisa.
Baiknya di sini kita sertakan juga riwayat singkat tentang penulis buku ini.
Alif Danya Munsyi adalah nama samaran dari Yapi Tambayong, wartawan penerima Tirto Adhi Soerjo (2008) dan Kartu Pers Nomer Satu, Press Card Number One (Hari Pers Nasional 2010). Selain menulis artikel, esai, kolom, kritik seni di media, ia juga menulis puisi, novel, drama. Semua itu yang menjadi bagian dari bukunya ini, Jadi Penulis? Siapa Takut!

Di luar menulis, ia mencipta lagu dan menyanyikan dalam rekaman, juga aktor di sejumlah film dan sinetron, serta melukis dan berperan. Untuk kegiatannya yang banyak itu, ia menggunakan banyak pula nama samaran, antaralain Juliana C. Panda, Dova Zila, Remy Sylado. Dengan nama Alif Danya Munsyi, ia menulis soal-soal kebahasaan. Untuk itu, ia menguasai aksara Arab, Cina, Yunani, Ibrani.

Judul Buku: Jadi Penulis? Siapa Takut! (Arahan Mudah Menulis Berita, Puisi, Prosa, dan Drama dalam Bahasa Indonesia yang Pas.
Penulis: Alif Danya Munsyi
Penerbit: Kaifa
Tahun Terbit: Cetakan I, Maret 2012.
Tebal: 268 halaman.



