Mata saya mengerjap, takjub pada spirit dan renjananya dalam dunia literasi–terutama bidang baca dan tulis.

“Perintah pertama Allah itu Iqra, membaca. Nah, dari membaca itu Allah bukakan pintu peluang yang enggak terbayang,” ujar lelaki yang tak lulus dari FS UNPAD tapi diterima bekerja di Gramedia group dan bahkan tim kreatif RCTI.

“Ini buku ke-126 yang sudah ditulis, memang sangat produktif,” tutur Daniel Mahendra yang menggawangi penerbitan buku “I Am A Survivor” sebagai editor.
Daniel mengaku buku ini istimewa karena dikerjakan secara paralel. Benar-benar jadi pengalaman menantang tapi menyenangkan. “Beliau kirim satu bab, lalu saya edit, diperiksa lagi, dikirim ke layouter lalu saya cek kembali. Begitu seterusnya, termasuk pengerjaan ilustrasi.” Daniel berkata dengan semangat yang sama.

Ini buku kedua Gol A Gong yang diterbitkan @buku.epigraf menyusul judul pertama “Gong Smash” yang menceritakan kiprah Gol A Gong sebagai atlet bulu tangkis.
Melihat produktivitas dan semangatnya, mau ga mau saya malu sebab usia dan kondisi fisiknya (mengetik dengan lima jari setelah kehilangan tangan kiri tahun 1974) tak menghalanginya terus dan terus berkarya–bahkan berkeliling Nusantara juga dunia.

Yang merasa drop atau berada di titik nadir kehidupan, merasa kalah atau dikalahkan, merasa enggak berarti dengan serangkaian kegagalan, inilah buku yang hatus dibaca. Covernya keren, font isi cakep, layout dan editing rapi, sangat serius digarap. Ulasan lengkap akan saya tulis di blog belalangcerewet.com.


