Samsudin A. Kadir, PJ Gubernur Maluku Utara melihat kegiatan ini sebagai peluang emas bagi masyarakat Maluku Utara untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi daerah, budaya dan kearifan lokal yang ada di Maluku Utara.
Ia menambahkan bahwa menulis merupakan sarana penting untuk menyimpan ingatan dan merekam peradaban. Samsuddin juga mengapresiasi masyarakat yang berdedikasi untuk mempromosikan Maluku Utara melalui karya tulis. Hal ini disampaikan saat ia membuka acara. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong.



Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Muliadi Tutupoho mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kesadaran literasi masyarakat di Maluku Utara. Hal tersebut disampaikan Muliadi saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung upaya Perpustakaan Nasional RI dalam penguatan budaya baca secara nasional. Maluku Utara mendapatkan 2 kali kesempatan menyelenggarakan acara ini dalam 1 tahun.



Sementara itu Abdullah Sanneng, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berharap kolaborasi seperti ini bisa semakin erat terjalin. Sebab menurutnya membangun literasi tidak hanya membangun gedung tapi SDM.
Selain itu engan berlangsungnya acara ini dapat memacu semangat literasi di Maluku Utara dan menjadikan buku sebagai salah satu media penting untuk pemberdayaan masyarakat ditengah era digitalisasi. Acara ini juga menurutnya menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045.



Gerakan Indonesia Membaca di Maluku Utara menghadirkan narasumber Agus Salim Bujang, Dosen Antropologi IAIN Ternate, Bahran Taib, Dosen Universitas Kahirun Ternate, dan Muhammad Arba’in Mahmud, pegiat literasi. Serta dimoderatori oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.
Bahran Taib, Dosen Universitas Kahirun Ternate menjelaskannya bahwa para orang dewasa memiliki kewajiban menunjukkan jalan kepada anak-anak untuk gemar membaca. Menurutnya harus ada orang yang memancing mereka untuk membaca, hingga mereka suka membaca.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan kiat mengenalkan membaca pada anak-anak, di antaranya:
Membacakan buku dengan ekspresif, Memilih buku yang menarik, Membuat suasana membaca yang nyaman, Mengenalkan anak berbagai media baca, dan memahami tahapan perkembangan membaca pada anak.
Muhammad Arba’in Mahmud menyoroti pentingnya literasi dalam membentuk kesadaran generasi muda akan kekayaan budaya. Ia mengajak para peserta untuk banyak melahirkan karya tulis. Ia mengingatkan kepada para peserta bahwa diam adalah emas, bicara adalah permata dan berkarya adalah mutiara.

Sementara Agus Salim Bujang mengungkapkan bahwa terdapat banyak tema yang dapat diangkat oleh penulis, khususnya potensi daerah dan kearifan lokal. Ia menjelaskan bahwa menulis memiliki tiga peran penting dalam melestarikan budaya Maluku Utara.
Pertama, sebagai upaya memperkuat kekayaan budaya. Kedua, untuk mengembangkan potensi dan keterampilan daerah. Ketiga, sebagai media promosi kearifan lokal.









