Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Moncar Widaryanto mewakili Pj Walikota Jambi membuka acara tersebut. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mencetak generasi penulis muda di Jambi. Ia berharap potensi lokal yang kaya dan unik bisa diangkat melalui kegiatan ini. Ia juga berharap dari kegiatan ini muncul bibit baru penulis muda di Kota Jambi yang mampu mengangkat potensi lokal dan kearifan lokal sehingga ini akan menjadi kekayaan daerah.


Pustakawan Utama Perpusnas, Nelwati Sikumbang, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan literasi. Ia juga mendorong generasi muda Jambi untuk berani menulis tentang hal-hal di sekitar mereka, terutama terkait budaya dan kearifan lokal.
Gerakan Indonesia Membaca di Kota Jambi menghadirkan narasumber Rizdhianty Savitri, Duta Baca Jambi dan Titas Suwanda, penulis. Serta dimoderatori oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.



Rizdhianty Savitri menyampaikan tips membaca kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa budaya membaca bisa muncul ketika kita membaca hal-hal yang kita sukai. Kemudian dari hal simple yang kita sukai barulah akan lompat ke hal yang lebih kompleks. Ia juga menjelaskan bahwa program Duta Baca Jambi ada yang disupervisi oleh Dinas Perpustakaan daerah, ada juga program inovatif mandiri yang inklusif, serta program kolaborasi dengan komunitas atau instansi, dan lembaga.




Sementara itu Titas Suwanda menyoroti lokalitas sebagai DNA yang tidak bisa dilepaskan saat berkarya, terutama menulis. Lokalitas bukan hal yang baru dalam menulis. Menulis lokal konten atau lokalitas bukan berarti merepetisi atau mengulang-ulang apa yang sudah ada, tapi yang diwariskan adalah nilai-nilainya. Bukan pengulangan bentuk atau cerita yang sudah ada.




