Bincang-bincang Duta Baca Indonesia di Sulawesi Utara

Bincang Duta Baca Indonesia di Sulawesi Utara

Dalam sambutannya Steven O.E. Kandouw sangat mengapresiasi kegiatan Gerakan Indonesia Membaca di Sulawesi Utara. Pria tang sejak remaja hobi membaca karya-karya Leo Tolstoy, Karl May, hingga NH Dini dan Pramoedya Ananta Toer itu menuturkan, tidak ada masyarakat literat tanpa budaya baca masyarakat di dalamnya.

“Bagi saya membaca itu seperti turangga dalam istilah Jawa. Jadi ketika membaca seolah kita bisa melihat seisi dunia melalui buku. Dan, sudah banyak tokoh-tokoh besar dunia lahir karena kebiasaan membaca yang dilakukannya sejak kecil,” jelasnya.

Steven O.E. Kandouw, Wakil Gubernur Sulawesi Utara saat memberikan sambutan

Nelwati Sikumbang, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menuturkan bahwa, melalui literasi dapat membentuk sumber daya manusia yang unggul.

Literasi mampu membawa masyarakat pada kesejahteraan. Literasi mendorong masyarakat untuk hidup lebih baik. Ia Semoga kehadiran Duta Baca Indonesia dapat menginspirasi masyarakat Sulawesi Utara.

Nelwati Sikumbang, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Acara Bincang-bincang bersama Duta Baca Indonesia diisi oleh narasumber, Faradila Bachmid sebagai Duta Baca Sulawesi Utara, Kusnan sebagai Agen Literasi Indonesia, dan Stela Watak sebagai Sekjen Forum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia serta Duta Baca Indonesia sebagai moderator. Ketiganya mengemukakan pendapat mereka tentang gerakan literasi di Sulawesi Utara.

Sekjen Forum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia, Stela Watak menekankan bahwa aktivitas membaca dan menulis merupakan fondasi primer bagi kemajuan individu atau masyarakat. Kedua kebiasaan ini dapat dibina melalui pembudayaan yang konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu Kusnan menambahkan, untuk dapat mengembangkan potensi daerah, maka masyarakat harus bisa menuliskan potensi lokal. Sementara untuk menjadikan sebuah tulisan tersusun dan terbangun dengan baik dan menjadi alat efektif untuk mengangkat potensi kedaerahan, maka harus diawali dengan banyak membaca buku. Penulis dapat membangun rasa bangga dan cinta terhadap budayanya. Sekaligus, mengenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Sementara itu Duta Baca Sulawesi Utara menyampaikan bahwa siapapun harus mau membaca buku. Idealnya kebiasaan membaca harus muncul karena kemauan sendiri. Namun Kenyataannya sulit sekali membudayakan kegiatan membaca. Hal itu karena Indonesia dikenal memiliki tradisi panjang sebagai masyarakat penutur (lisan), dan bukan masyarakat teks (tulisan). Fakta ini yang mengakibatkan Indonesia rendah dalam posisi budaya bacanya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==