Di pesawat saya menahan sakit. Sewaktu muda, lutut kanan ini pernah kena bemper mobil sehingga cedera. Daripada dioperasi, saya memilih pensiun sebagai atlet badminton.
Begitu mendarat, saya meminta kursi roda. Setelah penumpang semua turun, pramugari memohon maaf lagi. Kata dia, kursi roda sedang dipesankan tapi butuh waktu. Saya memilih jalan saja, tertatih-tatih.
Di hotel, lutut saya dikompres es. Rencana city tour Ternate batal. Seharian saya istirahat. Untung kegiatan Bncang Literasi di Sofifi keesokannya.
Nah, ketika @indradefandra , CEO SIP Publishing meminta saya menyetor 4 fiksi mini, peristiwa ini menjadi pemicu m. Tentu saya ubah dan tambahkan di sana-sini.
Buku fiksi mini berjudul “Pramugara” ini akan digabungkan dengan peserta pelatihan fiksi mini Agustus 2024. Akan ada 4 buku antologi fiksi mini diterbitkan. Panteng terus info-info tentang pelatihan menulis saya bersama SIP Publishing.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat


