Cakrawala 5: Saya Dukung Naturalisasi

Ya, kenapa dengan naturalisasi? Saya termasuk yang mendukung naturalisasi. Memang pragmatis. Tapi, tidak selamanya pragmatis itu jelek. Saya ini mantan atlet badminton penyandang cacat dan pernah menybet 5 medali emas di Asian Para Games, 1985-1999, sehingga iklim kompetisi terbangun di dalam diri saya. Anda kuat dan hebat, maka Anda yang jadi pemenang.

Ketika World Wide Web, world is flat, borderless, naturalisasi pasti terjadi seperti halnya PMA atau kawin silang (blasteran). Di sinetron itu sudah lebih awal terjadi. Talent-talent Indo (blasteran) sangat diminati. Ada nilai jual. Begitulah Timnas Sepakbola Indonesia. Ada nilai jual, ada cita rasa hiburannya sehingga penonton senang menontonnya.

Foto: Info Timnas Garuda di https://www.facebook.com/groups/6618716284883955

Jadi saya di satu sisi heran, tapi di sisi lain memaklumi soal pro-kontra naturalisasi. Apakah ini primordial yang sudah mengakar? Atau inferiority complex, rasa tidak percaya diri yang ekstrem, Mengutip Wikipedia, inferioritas adalah perasaan yang berasal dari kekurangan diri (Nugrahaningtyas, 2014).

Mungkin gambar 11 orang dan teks
Foto: Info Seputar Sepakbola

Sedangkan pikiran dan majinasi saya tentang local pride sudah lebih fleksibel. Bahkan dalam bayangan dunia fiksi saya, andai saya Presiden RI, saya akan punya misi rahasia. Saya akan entertaint para legenda sepakbola ke Indonesia. Seperti Rud Gullit, van Basten, Rijkaard, Bagio, Ronaldo, Requelme, Batistuta, Eimar, Deco, Lineker, Mac Mannaman, Carlos, Henry, hingga 50 pemain yang harganya terjangkau. Ini proyek trilyunan.

Gambar: kolase internet

Saya sebar mereka di beberapa wilayah eksotis Indonesia. Tentu ada 50 perempuan cantik yang jadi istri kontrak mereka dengan harapan akan lahir 22 anak laki-laki dengan DNA mereka. Semacam “holiday sex” ala Thailan atau “honeymoon ala groupies”. Siap tahu ada yang betah dan pindah kewarganegaraan. Tentu teknologi dan pendampingan para ahli, jenis kelamin si bayi bisa direkayasa sejak awal. Syukur-syukur bisa lahir kembar, itu bonus.

Gambar: kolase internet

Jika kaum agamawan marah, saya sebagai Presiden RI memiliki hak prerogatif. Jika urusan agama, saya akan bilang, “Nanti saya memohon kepada Tuhan, agar dosanya dilimpahkan kepada saya saja sebagai Presiden RI.” Ini mirip ketika Stephen Hawking menemukan teori big bang dimana kaum agamawan marah.

Bukankah kita mengenal istilah groupies? Daripada para perempuan cantik Indonesia jadi mainan satu malam di hotel-hotel untuk meng-entertain para lelaki yang sok punya kuasa dan hebat atau sia-sia mengeksploitasi tubuh di aplikasi Me-Chat, mendingan negara ambil alih untuk sebuah proyek besar di sepakbola.

Nah, setahun kemudian, setelah lahir ke 50 anak itu jadi tanggungan negara. Mereka disimpan di sebuah tempat seperti para mutan di film X. Mereka ditempa jadi pemain sepakbola seolah di kawah candradimuka. Kelak akan lahir 50 pemain sepakbola.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==