Menampilkan: 35 - 51 dari 121 HASIL

Cerpen Sabtu: Ndaru dan Ikan Pelus

Di dalam pusaran air, tubuhnya ikut melingkar. Meliuk-liuk menuju dasar. Ia seolah lupa apakah masih bisa bernapas atau telinganya masih mendengar. Yang bisa ia ingat hanyalah genggam tangan Ratri yang begitu erat. Cintanya kepada Ratri masih terus berdenyut dalam nadi. Melingkari gemetar pergelangan tangan, menjalar menuju dada, merambat menuju kepala. Namun, betapa jika ia terus memeluknya, tubuhnya semakin ringan, semakin masuk lebih dalam. Dingin. Menggigil. Lalu setelahnya semua terasa gelap.

Cerpen Sabtu: Langgar

Sore itu, hujan turun semakin deras. Tidak ada tempat di dusun yang Imam tempati yang tidak kebagian air hujan. Ketika tidak hujan pun tidak ada orang yang menuju langgar kebanggaan Imam, apalagi ketika hujan. Langgar itu kesepian dan kedinginan. Imam sibuk memasang ember di bawah atap yang bocor. Ia hanya dibantu oleh tekad yang bulat dari dalam dirinya. Imam mengumandangkan azan magrib.

Cerpen Sabtu: Belik

Perempuan itu menutupi tubuhnya dengan daster. Ia mengambil air menggunakan ember yang dikatikan pada sebuah galah, lalu menggebyurkan air dari dalam ember itu ke tubuhnya. Mulai dari rambut hingga ujung kakinya. Termasuk bagian tubuh yang tertutup dasternya. Selesai mandi, perempuan itu mengambil handuk, lalu ia gunakan handuk itu sebagai penutup dada hingga pahanya.

Cerpen Sabtu: Jangan Biarkan Nasi Menangis

Saat usia Salamah beranjak sedikit, mulailah dia makan sendiri. Namun, jiwanya yang ingin terus bermain membuat ia meninggalkan piring itu di pekarangan, dikerubungi ayam dan lalu habis. Seraya menggeleng, ibunya kembali mengambil nasi, mengisinya di lain piring. “Makanlah dulu,” seru sang ibu seraya mengejar Salamah. Sejenak gadis itu berhenti, menghabiskan nasi setengah saja, lalu kembali bermain. Terpaksa sang ibu menggayang nasi setengah lagi, membuat tubuhnya kian subur saja.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==