Honey Dieah
“Mas Aruul!” pekik dua bocah kecil sambil berlari menghampiriku.
Aku menyambut mereka dengan pelukan. Kangen rasanya, setelah lebih dari lima tahun tidak bertemu mereka terlihat begitu besar sekarang, aku hampir tidak mengenali. Kesibukkanku di kota begitu menyita waktu.
“Rul!” sapa Tante. Kuhampiri wanita separuh baya itu, lalu mencium tangannya.
Rumah Tante masih sama. Rumah tua peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri kukuh.

Halaman: 1 2

