Cerita Pendek Tentang Konsistensi

Gol A Gong adalah sosok yang perlu ditanyai soal konsistensi. Dan itu yang aku tanyakan dengan tajam padanya: bagaimana anda menjaga persistensi?

Lahir dari pasangan guru -bapaknya seorang guru olahraga- dia sempat tumbuh menjadi atlet bulutangkis nasional. Bahkan ketika lengan kirinya harus diamputasi, dia masih jadi raja bulutangkis setingkat asia. Setelah gagal menjadi seorang pelatih bulutangkis, dia ‘banting setir’ jadi wartawan. Wartawan yang tak biasa, menurut istilahnya. Wartawan yang bukan cuma membawa berita. Dia bawa juga puisi, cerpen, bahkan novel. Ini sepintas kehebatannya yang sudah banyak diketahui orang.

Tapi apa yang juga menjamin konsistensinya? Sampai bisa ditunjuk menjadi Duta Baca Indonesia menggantikan Najwa Shihab, apa yang dia lakukan?

Mimpi! Mimpi-mimpinya itu dibentuk oleh ibu dan ayahnya. Ibunya -yang berpulang ketika Gol A Gong masih di Ambon ini dan tak sempat pulang mengantar almarhumah ke makam- suka menceritakan banyak kisah sebelum tidur. Ibunya juga yang menyuruhnya banyak membaca. Lalu, ayahnya memintanya menjadi ‘orang’. Ayahnya yang memberi nama pena Gol sebagai penanda keberhasilan Golagong menembus penerbitan. Lalu sang ibu memberi nama Gong agar karyanya bergema. Ada faktor ayah. Ada faktor ibu.

Lalu faktor istri.

Mimpinya gila dan butuh pasangan jiwa yang juga gila. Lengkap -relatif lengkap- sudah faktor pembentuk jiwa seorang Gol A Gong. Apalagi dengan kemudian berkumpulnya banyak orang -yang seide dan yang tak kalah gilanya dengannya- di seputarnya.

Gol A Gong ini nama lama bagiku. Senior yang sudah menghiburku dengan Balada Si Roy, majalah Hai, dan seputar itu. Pertemuan semalam itu membahagiakan. Satu hal saja: bertemu dengan sosok yang cukup persisten dengan ide dan kegilaannya, yang  memiliki sikap gigih terus menerus dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan tertentu.

Satu hal itu saja sudah membahagiakan. Apalagi ketika sempat berkenalan dengan beberapa orang yang hadir tadi malam. Aku pulang bawa banyak: Gol A Gong, teman baru, pembacaan puisi, dan sebuah judul buku yang harus aku setor akhir bulan ini.

Ambon, 23 Juli 2022.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==