Cinta dan Gerakan Reformasi (7)

Aku melangkahkan kaki. Bergabung dalam barisan massa. Dengan kepala yang masih plontos, bercelana pramuka dan bersepatu PDL aku dengan penuh semangat ikut menyanyikan lagu Darah Juang bersama para mahasiswa di depan gerbang kampus.

“Di sini di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka, anak kurus tak sekolah pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami tuk membebaskan rakyat”

Demikian bait-bait lagu yang menggetarkan jiwa. para mahasiswa peserta aksi larut dalam nyanyian itu sambil tangan kirinya mengepal ke atas.

“Ayo, kawan-kawan, kita bersiap-siaap untuk aksi long march,” terdengar kordinator aksi memimpin aba-aba.

Selain aku sebagai mahasiswa baru, nampak juga bergabung teman-teman seangkatan. Cirinya kepalanya sama-sama plontos. Ada yang berasal dari fakultas ekonomi, psikologi, teknik, tarbiyah dan aku bersama 2 orang lainnya yang dari fakultas hukum namanya Dedi dan Yayat.

Kami berjalan kaki dengan diiringi yel-yel yang membuat kami terus bersemangat untuk menyuarakan penderitaan rakyat Jatigede yang rumahnya sudah rata dengan tanah karena tanah-tanahnya akan dijadikan area waduk yang luasnya ratusan hektar.

“Hidup rakyat, hidup mahasiswa. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan,” demikian bunyi yel-yel yang kudengar. Lalu ada yel-yel lain.
“hati.. hati…hati.. hati.. provokasi”.

Orang-orang di sepanjang jalan pun ikut menyemangati kami. “Jangan kendor dalam berjuang adik-adik mahasiswa. Teruskan perjuangan,” demikian kata-kata dari salah satu warga.

Setelah melewati jalan Tamansari lalu berbelok menuju jalan Dago, jalanan sudah semakin ramai dan cuacapun cukup terik. Di belakang barisan aksi, terlihat antrian pengguna jalan dan masih bisa melewati peserta unjuk rasa. Sambil jalan, beberapa mahasiswa membagikan selebaran berisi tuntutan mahasiswa. Kulihat ada wartawan yang meliput aksi, dan dikejauhan nampak polisi berpakaian preman yang mengawasi aksi kami.

Tiba di depan Gedung Sate para mahasiswa tingkat atas orasi secara bergantian. Aku masih belum berani untuk ikut orasi. Cukup jadi pendengar saja bersama mahasiswa baru lainnya.

Di samping Gedung Sate, berdiri dengan gagahnya gedung wakil rakyat yakni DPRD Provinsi Jawa Barat. Itulah yang menjadi tujuan peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan agar proyek waduk dihentikan karena jelas telah menyesengsarakan rakyat.

Dalam selebaran yang kubaca, bahwa proyek bendungan atau waduk di Jatigede untuk proyek pembuatan pembangkit tenaga listrik yang memerlukan ratusan hektar lahan. Sehingga mau tidak mau warga yang terdampak harus segera pindah tempat tinggal, tanah dan rumahnya akan dibeli negara dengan murah atau ganti rugi yang tak sesuai.

Belum lagi soal relokasi yang tidak jelas dan masalah sosial lainnya yang akan timbul. Pemerintah dibantu aparat polisi dengan secara paksa dan dengan disertai ancaman kriminalisasi pada warga yang melawan dengan tuduhan menolak pembangunan.

Selang 30 menit kemudian, para mahasiswa di terima perwakilan DPRD untuk menyampaikan tuntutannya. Di dalam ruangan ber AC, sudah ada Ketua DPRD dan beberapa anggota dewan lainnya. Audiensi berjalan lancar dengan adanya penyampaian aspirasi dan juga ada tanya jawab. DPRD dalam sesi terakhirnya merespon baik tuntutan para mahasiswa dan akan dibahas kembali pada acara rapat kerja anggota dewan dan selanjutnya aspirasi tesebut akan diteruskan ke pemerintah pusat. Karena proyek waduk ini adalah kewenangan pemerintah pusat di Jakarta.

Usai aksi, kami kembali menuju kampus yang terkenal dengan kampus perjuangan karena identik dengan aksi mahasiswanya yang kerap terjadi dan beberapa kali bentrok dengan aparat. Kami berkumpul di kantin di bagian belakang kampus yang dijadikan sebagai tempat kumpul dan pertemuan anak-anak FAMU sebagai penggerak aksi mahasiswa di kampus.

Aksi tadi lalu dilakukan evaluasi di kantin. Dan hasilnya evaluasi aksi adalah aksi kembali…

Bersambung ke bagian 8

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==