Di sebuah sekolah swasta ternama dan termahal di ibu kota. Anak-anak baru saja menerima pengumuman lulus SMA. Guru kelas mengumpulkan mereka.
Guru : Marina, sebentar lagi kamu lulus ujian. Kamu punya cita cita?
Marina: Saya belajar serius, masuk perguruan tinggi ternama. Lulus S1, ngejar beasiswa LPDP ke Amerika. Jadi diplomat. Beli rumah di Baverly Hills. Mobil mewah di garasi, kapal pesiar, pulang ke Indonesia mendirikan partai an maju jadi gubenur, kemudian presiden.
Guru : Hebat! Bagus! Lihat itu, Marina! Kalian harus punya cita-cita setinggi langi! Kata Bung Karno, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, karena kalaupun gagal, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang!
Semua murid: Bertepuk tangan.
Guru : Nah, kamu! Somad! Yang tepuk tangannya paling keras! Cita-citamu mau jadi apa selulus SMA ini?
Somad : Ngg, begini, Pak. Tadi Marina cita-citanya ingin dapat beasiswa di Amerika. Kita tahu, Amerika setelah dipimpin Donal Trump itu kebijakan luar negerinya berbahaya. Juga keinginan-keinginan Marina lainnya yang luar biasa tadi, Pak, itu butuh orang yang melindungi dan memberinya motovasi tinggi agar sukses. Maka cita-cita tinggi saya bkan di langit tapi di bumi, yaitu menikahi Marina, Pak!

Semua murid: Huuuuuuuuuu!
Marina berjingkrak-jingkrak senang dan berlari memeluk Somad. Guru dan semua murid jatuh pingsan karena Marina adalah murid idola dan Somad adalah murid terlupa. (*)
Tim GoKreaf



