Kenapa bukan anak-anak itu yang masak? Ya gak apa-apa, aku suka melakukannya aja. Selain ruang kerja, dapur adalah laboratoriumku. Wkwkwk. 😂

Aku bisa eksperimen dengan bahan dan bumbu yang tersedia. Tetapi bukan berarti yang lain nggak boleh masak, ya. Cuma kalau mau pakai bahan punyaku harus bilang dulu biar kuatur penggunaannya. Trus yang penting beresin sehabis pakai dapur. Aku bisa marah-marah dan merepet bermenit-menit lihat bahan-bahan berantakan dan nggak disimpan apik. Mana bahan makanan kan penting diperhatikan cara penyimpanannya supaya nggak berjamur dan rusak. 🤕

Pagi ini masak sayur bayam teri honje dan telur dadar. Dahlah, minimalis aja, siang nanti udah beda lagi masaknya. Di rumah memang jarang masak dalam jumlah besar. Hubby lebih suka masakan segar, apalagi yang dimasak dadakan. Akunya juga suka masak mendadak gitu, berasa dapat tantangan. 😂

Selain itu aku mau simpan energi buat cinnamon roll yang terus aja terpikirkan sepagian ini. Tadinya mau langsung eksekusi tapi ternyata gula pasir habis. 😂
Sebagai bagian dari masyarakat konsumen minim gula, aku jarang beli gula pasir. Untuk di rumah sendiri, sebulan paling sekilo dua, itu juga lebih banyak untuk bikin kue. Teteh pembantu suka beli dan menyimpan di dapur rumah belakang, tapi buat mamang tukang bangunan yang kalo minta kopi gulanya harus banyak. Sekarang tukang libur jadi kami malah kehabisan gula pasir. 😂

Sayurnya berbumbu apa? Yak, seperti biasa, bawang putih, kali ini ditambah bawang merah. Garam dikit aja karena terinya sudah asin. Ini wanginya aku suka, wangi honje yang gimana gitu ya sensasinya. 🤣
Sehat-sehat ya, kalian semuanya! ❤️
Tias Tatanka


