Salah satu yang menarik perhatian mereka adalah makanan ringan yang kusediakan sebagai hadiah kehadiran. Begitu melihat jenis makanan yang belum pernah mereka rasakan, bersemangat sekali mereka mengikuti kegiatan wisata teater.

Aku mendata nama anak yang datang dalam kondisi sudah mandi dan salat asar. Buktinya dari mana? Aku serahkan ke mereka sendiri untuk jujur. Sering kali ada yang datang dalam kondisi habis main di sawah dan lanjut mandi di kali. Wajahnya tampak segar, bajunya sudah kering lagi, tapi kelihatan lelah dan masih kotor juga. Ia bohong sudah mandi dan aku menerima. Daripada ribut karena si anak keukeuh sudah mandi dua kali hari itu, meski yang terakhir adalah siang hari sebelum nyemplung di kali. ![]()

Soal begini aku minta mereka jujur sejak dari dirinya sendiri. Tidak boleh menunjuk atau menyalahkan teman. Jika ada yang belum mandi dan salat asar, silakan pulang dulu, aku tunggu sampai pukul lima sore. Bagiku ini juga bagian dari wisata teater, yaitu pendalaman karakter.

Nanti suka ada yang saling tunjuk, berdasar baju yang tidak ganti. Padahal ada juga anak yang minta izin hadir dalam keadaan sudah mandi tapi nggak ganti baju dari siang. Alasannya disuruh emaknya irit cucian. Hahaha.

Begitulah keributan-keributan kecil berasal. Aku kadang ruwet juga, jadi sesekali kuizinkan bagi yang belum mandi untuk ikut kegiatan, tetapi hanya sore itu. Setelahnya anak-anak saling memberitahu kali itu boleh les tanpa mandi dulu. Aku tetap mensyaratkan salat asar dulu, dan untuk yang satu ini anak-anak lebih bisa menerima dibanding disuruh mandi. Hahaha.
*) Tias Tatanka, Ruang tengah rumah, 11 Mei 2024


