Setelah menjabat Duta Baca, Rahel mengaku hari-harinya jadi tambah sibuk. Undangan selalu berdatangan. Pada awal pengukuhannya sebagai duta baca ia sampai kewalahan mengatur jadwal mengajar. Rahel menyampaikan, menjadi duta baca adalah tugas yang berat. Ia menuntut Rahel untuk kreatif membagikan inspirasi dan meningkatkan budaya baca masyarakat Provinsi Banten.
“Mengajak masyarakat untuk suka membaca, tidak gampang. Kita harus menyampaikan dengan cara sekreatif mungkin agar ajakan kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” ungkap Rahel.

Setelah empat tahun mengemban amanat sebagai duta baca, banyak pelajaran yang Rahel dapat tentang peningkatan budaya baca, khususnya setelah mengikuti program-program kerja yang dilakukan Dinas Perpustakan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten. Tidak hanya itu, ia juga banyak bekerja sama dengan dinas lain, komunitas literasi, dan berbagai elemen lain yang fokus terhadap dunia literasi. “Menjadi duta baca merupakan pengalaman luar biasa, banyak pelajaran dan pengalaman luar biasa yang saya rasakan dan mudah-mudahan bisa saya bagi-bagikan kembali kepada masyarakat, agar kehadiran duta baca membawa manfaat bagi semua,” ungkap Rahel.


