Duta Baca Indonesia dengan Teman Tuli di Pertamina Kota Tarakan

Acara dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama talkshow berkaitan dengan literasi. Sesi kedua pelatihan menulis kisah Inspiratif. Selain Gol A Gong narasumber dalam acara talkshow adalah Abrar Putra Siregar, Comrel dan CID PT. Pertamina EP Tarakan Field serta Dharmawati, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.

Hal unik dari diskusi ini adalah pemaparan para narasumber diterjemahkan dalam bahasa isyarat kepada para peserta yang tuli. Bagi Gol A Gong, ini pengalaman mengesankan. Diskusi jdi terhenti sejenak karena sedang ada komunikasi tanpa suara dengan bahasa isyarat. Lalu lintasnya, dari moderator bertanya kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh penerjemah kepada teman tuli.

Abrar mengaku Pertamina EP Tarakan Field selalu siap berkolaborasi dengan pemerintah Kota Tarakan, salah satunya dengan Dinas Perpustakaan untuk menguatkan gerakan literasi khususnya di Kota Tarakan. Abrar juga menjelaskan acara bincang literasi disabilitas ini, merupakan upaya menumbuhkan kepercayaan diri dan potensi para disabilitas, serta bisa mengekspresikan kreativitas mereka.

“Ini merupakan misi yang sangat mulia, karena di kesempatan ini menjadi kesempatan emas bagi kami karena bisa sedikit memberikan hal-hal yang terbaik untuk adik-adik disabilitas. Tahun 2022 Kota Tarakan menjadi kota inklusif, oleh sebab itu dukungan dari pemerintah kota dan instansi yang mendukung merupakan salah satu capaian terbaikterbaik yang bisa dilakukan,” jelas Abrar.

Sementara itu Dharmawati mengaku hari ini menjadi hari yang luar biasa, sebab Duta Baca Indonesia berkesempatan berbagi wawasan kepada para disabilitas binaan Pertamina EP Tarakan Field. Ia juga mengaku meski tidak lagi menjadi Duta Baca Kalimantan Utara, ia berkomitmen untuk terus medukung gerakan literasi di Kalimantan Utara.

“Harapan saya dengan acara ini adalah bahwa literasi untuk semua, literasi itu untuk kesetaraan dan tidak eksklusif. Semua golongan bisa menikmati dan bisa merayakan literasi, dengan aksi dan karya nyata,” jelas Dharmawati.

Setelah acara talkshow, Gol A gong memberi pelatihan menulis kisah inspiratif. Saat memaparkan materinya, Gol A Gong terhenti sejenak. Dia tidak sanggup melanjutkan pemaparannya beberapa saat, karena menangis. Teman-teman tuli bertanya dalam bahasa isyarat dan penerjemah mengatakan, “Kenapa Pak Gol A Gong menangis?”

“Saya membayangkan perjuangan teman-teman tuli ini sangat berat. Tapi mereka tampak gembira dan tabah. Saya yang berlengan satu ini harus bersyukur bisa mendengar suara-suara,” jawab Gong.

Kegiatan Duta Baca Indonesia kali ini unik. Pemaparan Gol A Gong diterjemahkan dulu ke dalam bahasa isyarat kepada teman tuli, begitu juga sebaliknya. Terasa sekali ruangan jadi tanpa suara.

Selain itu Gol A Gong juga memberi wawasan cara membuat podcast untuk teman tuli. Beberapa peserta diminta untuk simulasi menjadi host podcast. Gong mengajarkan cara opening host. Teman tuli yang bernama Sheila bersemangat sekali, seolah jadi Najwa Shihab.

“Selamat datang di Podcast Teman Tuli, Kota Tarakan, Bersama Disabilitas dalam Kesetaraan,” begitu arti bahasa isyarat opening host teman tuli.

Pada kesempatan itu Gol A Gong juga membagikan buku sebagi doorprize, kepada para peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==