“Traumatik anak-anak dikarenakan musibah gempa dapat terobati melalui kegiatan-kegiatan literasi di rumah baca ini,” kata Gol A Gong yang saat ini sedang berada di Indonesia bagian Timur membawa program DBI.

Dia berharap Rumah Baca Aia Tayo Kampung Pasir dapat eksis dan aktif dengan berbagai kegiatan edukatif bersama anak-anak binaannya. Ia juga mengapresiasi Kelas Menulis Daring (KMD) elipsis yang ikut mendampingi program-program Rumah Baca Aia Tayo.
“Teruslah berkolaborasi, karena dengan bersama-sama, yang berat akan menjadi ringan,” ujar Gol A Gong yang juga pendiri Rumah Dunia di Banten.
Belajar Bersama
Sebuah rumah baca kreatif berdiri di tepi aia (sungai) Tayo di Kampung Pasir, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Rumah baca itu bernama Rumah Baca Aia Tayo.

Kegiatan Rumah Baca Aia Tayo Kampung Pasir sangat menyenangkan, mulai dari membaca buku, bercerita, menggambar, bermain permainan tradisional, dan kegiatan-kegiatan literasi lainnya.
Menurut pengelolanya, Yeni Eliza, rumah baca itu didirikan untuk mengobati trauma anak-anak di Kampung Pasir pascagempa bumi yang berpusat di Kajai.

“Getaran gempanya sangat kuat. Banyak rumah rusak, dan kami merasakan trauma yang dalam. Untuk melupakan peristiwa itu, kami berinisiatif mendampingi anak-anak untuk belajar dan bermain bersama,” kata Yeni Eliza yang juga alumnus Jurusan Bimbingan Konseling IAIN Bukittinggi.

Terkait Aia Tayo yang dilekatkan pada nama rumah baca itu, Yeni Eliza menjelaskan filosofinya. Aia Tayo merupakan sebuah sungai yang berada di belakang rumah baca yang dikelolanya. Kalau tidak hujan deras di hulu, sungai itu berair jernih dan banyak anak ikan berlarian di antara bebatuan.

“Di Kampung Pasir, Aia Tayo adalah salah satu sumber kehidupan kami, sejak kecil hingga kini. Sungai ini menjadi ikon rumah baca kami. Semoga, aliran ilmu pengetahuan dari Rumah Baca Aia Tayo mengalir deras seperti derasnya Aia Tayo. Menjadi muara dan mata air,” ujar Yeni Eliza.

Ia juga meminta doa kepada semua pihak untuk mendukung dan mendoakan Rumah Baca Aia Tayo. Semoga dapat bertumbuh kegiatan-kegiatan literasi yang digerakkannya.
Rumah Baca Aia Tayo juga siap berkolaborasi bersama pemerintah daerah, komunitas literasi, dan rumah baca lainnya di Pasaman Barat, untuk bersama-sama menyukseskan Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Yeni Eliza juga menyampaikan terima kasih kepada Duta Baca Indonesia, Gol A Gong yang ikut mendukung dan mendorong tumbuhnya Rumah Baca Aia Tayo.
“Semoga suatu hari nanti Mas Gol A Gong dapat bertemu anak-anak binaan kami di Rumah Baca Aia Tayo,” harapnya. *

