“Kelas 4 SD, saya jatuh dari pohon dan harus merelakan tangan kiri saya. Emak menyuruh saya melakukan 3 hal supaya tidak minder, membaca buku, berlatih badminton dan mendengarkan dongeng,” ujar Gol A Gong di hadapan siswa-siswi SMAN 2 Pandeglang.

“Hasilnya bukan hanya tidak minder, tapi saya dapat hadiah dari melakukan itu. Di Badminton saya menyabet medali emas di Asian Para Games di Jepang tahun 1989, karena membaca juga saya diberi hadiah bisa menulis 130 buku dan menjadi Duta Baca Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan motivasi literasi berlangsung interaktif antara siswa dan Gol A Gong, ditambah kuis literasi berhadiah buku menambah antusiasme para siswa.



Setelah memberi motivasi literasi, Gol A Gong memberikan pelatihan menulis fiksi mini kepada 50 siswa-siswi terpilih yang hasil dari pelatihannya akan dibukukan menjadi buku antologi oleh pihak sekolah.
Menurut Gol A Gong, ini adalah bentuk tanggung jawabnya dalam merespons hasil Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2023 yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional, melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, pada bulan Oktober 2023 lalu yang menunjukkan bahwa provinsi Banten tidak masuk ke dalam 10 Provinsi teratas dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.


Kepala Perpustakaan SMAN 2 Pandeglang, Rima Sulistika Chandra mengatakan kegiatan Duta Baca Masuk Sekolah ini sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa. Rima
“Sebelumnya kami sudah menerbitkan 3 buku antologi karya siswa, semoga dari kegiatan pelatihan menulis bisa menambah kuantitas karya siswa dan lahir karya siswa lainnya,” ungkapnya.





