Bagaimana dengan persoalan air? Warungbanten berada di lembah. Dikelilingi bukit. Alam menjaganya. Gunung Halimun paku buminya. Dewi Sri sumber kehidupannya. Sungai dan bukit mesti dijaga. Itu sebabnya ada hutan larangan, yaitu “Dungus Ki Bujangga” seluas 6 hektar. Sumber air kehidupan dari sana.

PAM Desa mengaturnya. Dengan selang dialirkan ke rumah-rumah dan sawah. “Satu bulan iuran tergantung pemakaian. Ada yang Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu,” Jaro Ruhendi menjelaskan.
Saya melihat ke selatan, di sana dungus Ki bujangga berdiri bagai dinding raksasa. Air melimpah mengairi rumah-rumah dan sawah-sawah.
Menyadari perkembangan zaman, Jaro Ruhendi mengejar ilmu hingga S1 di Rangkasbitung. Bergaul dengan Komunitas Literasi. “Saya berkenalan dengan DC Aryadi dari Taman Bacaan Kedai Proses. Kemudian dengan Firman Venayaksa. Akhirnya ke Rumah Dunia dengan Gol A Gong,” kisahnya.


