Aku senang berhasil mengubah tampilan kemeja polos ini menjadi sedikit berwarna. Saat dikenakan hubby biasanya dipadukan dengan syal etnik. Sebenarnya tanpa syal juga bagus-bagus saja, tapi menurutku kurang cocok dengan karakter hubby.
Ketika aku usul untuk menambahkan aksen kain etnik pada kemeja polos warna oren, hubby langsung setuju. Aku gambarkan hasilnya dengan memasang salah satu syal.
Masya Allah, syal yang semula kuanggap norak jadi cocok dipasang di kemeja polos. Lalu hubby minta kemeja lainnya untuk diberi tambahan aksen juga. Termasuk kemeja tosca ini.
Dari syal yang disodorkan hubby, kupilih salah satu yang ada unsur biru. Aku agak ragu karena warna dan motifnya “nggak banget”. Terlalu biasa, kira-kira begitulah gambarannya. Tapi kucoba juga untuk memasangnya.
Masya Allah, setelah jadi aku jadi suka sekali dengan paduan warnanya. Syal ini memberi warna lain dari sekadar tosca polos. Aku masih termangu memandangi kesan yang muncul belakangan. Padahal hampir selama sejam sebelumnya aku menyentuh kainnya saat menjahit.

Ketika menoleh ke syal lain yang lebih “norak”, aku jadi berpikir, kain polos apa yang akan cocok untuk syal-syal itu? Aku menyentuh syal-syal itu dan “mengasihani” nasibnya yang mungkin akan sendirian. Orang akan mikir agak repot memadankan warna “norak” mereka dengan warna lain. (Betapa gabutnya aku, ya! Hahaha)
Lalu aku seperti disadarkan ketika melihat syal-syal itu lebih dekat. Astaghfirullah.
Kataku ke hubby dengan nada serius, “Sebenarnya, meskipun “norak”, benang-benang ini punya keindahan sendiri-sendiri.”
Hubby menjawab tak kalah seriusnya, “Karena mereka ditenun dengan….”
Aku menyahut, “Ya, dengan serius.”
Kata hubby lagi, “Dengan cinta…”
Saat biasa, mungkin aku akan membalas, “Wogh, tebakanku salah.” dengan nada lucu. Tapi percakapan itu sungguh serius. Aku tidak berniat bercanda. Kepalaku dipenuhi dengan pengetahuan baru dan kesadaran atas kesalahan menganggap remeh sesuatu.
Ada banyak hal indah, hebat dan menginspirasi di dunia ini yang luput dari perhatian manusia. Padahal dari situ manusia dapat mempelajari banyak hal.
Astaghfirullah. Allahumma baarik ‘alaih.![]()



