“Nggak mungkin saya salah lihat!”

     “Coba periksa karungnya! Siapa tahu kenclengnya ada di sana!” 

     Aku pasrah, duduk di teras masjid.

     “Kamu tinggal di mana?” tanya marbot.

     “Di tampung di terminal, Pak. Ada taman bacaan milik Pak Uban.”

     “Ayah dan ibumu?”

     “Meninggal, kena covid, Pak.”

     “Innalillahi. Nanti bantu Bapak jadi marbot. Ada kamar kosong di belakang masjid.”

     Aku lebih tertarik melihat keramaian di jalan. Orang-orang mengarak anak seusiaku, yang memakai kaos bolong lusuh, celana jeans pendek robek, serta tidak beralas kaki. Anak itu memegangi karung di tangan kanan dan kencleng di tangan kiri. *  

Gol A Gong/Foto-foto buku-buku antologi fiksi mini terbitan SIP Publishing.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==