Bu Wawat berdiri di depan kelas yang ditakuti semua guru. Terutama anak setan itu! Seperti terminal di dalam kelas. Dia mendorong pintu pelan-pelan. Zeeep! Kelas jadi sepi kecuali tetabuhan dang dut di bangku belakang. “Buyung!” teriak Bu Wawat mengingatkan si anak setan.


Halaman: 1 2

