Anak setan berambut cepak itu berhenti memukuli meja. Bu Wawat berjalan mendekati papan tulis. Dia menulis: ULANGAN!
“Huuuu!” anak-anak bersorak.
Buyung melempar kapur ke kepala Bu Wawat.
“Buyung!” Bu Wawat langsung menuding. “Keluar kamu!”

Buyung berjalan santai mendekati meja guru. Dia merogoh tasnya. Dia meletakkan kado seukuran buku di meja. “Selamat ulang tahun, Bu Guru!”
Bel istirahat berbunyi. Buyung dan teman-temannya bergegas keluar. Bu Wawat duduk memandangi kado itu. Kedua matanya basah. Buyung – muridnya yang nakal, ingat bahwa hari ini dia berulang tahun. Bahkan suaminya saja tidak mengucapkan apa-apa. Memberinya kado apalagi.
Bu Wawat membuka kado. Seekor katak melompat ke dadanya. Dia terjengkang dan berteriak, “Buyuuuuuuung!” (*)
*) Fotofoto saat Safari Literasi Pantura di SMAN 3 Tuban, 4 November 2023




