Ruth! Perempuan Rote. Kami memadu kasih saat kuliah di Malang. Setelah wisuda, dia memilih pulang ke kampung halamannya di Ba’a dan aku ke Makassar. Waktu itu kami masih mempersoalkan perbedaan agama dan belis – mas kawin khas Rote yang berupa hewan dan emas. Aku hitung jika diuangkan sekarang bisa Rp. 500 juta!

     “Aku harus membicarakan ini dengan Mama dan Papa,” kata Ruth lima tahun lalu.

     Ketika pesan di WA itu datang, aku heran. Ini nomor siapa? Setelah enam bulan hanya LDR – long distance relation, Ruth hilang ditelan bumi. Pesanku lewat WA, video call, dan voice note tidak berbalas. Setelah lima tahun, Ruth memintaku menunggu di mercusuar.

     Aku masih mencintainya. Istriku curiga, aku tidak peduli. Ruth akan aku jadikan isteri kedua. Di dalam agamaku boleh beristeri lebih dari satu asalkan mampu. Dengan bisnis online di dunia kerajinan, ekonomiku cukup. Apalagi isteriku; dia tenggelam dengan dunia pendidikan anak usia dini. Aku sudah menyiapkan dana Rp. 500 juta cash sebagai belis

     Sudah 10 menit di mercusuar. Kapal cepat merapat. Empat orang turun mengusung peti mati. Seorang pendeta berjalan ke dermaga bersama 2 orang memakai sarung tenun. Aku mengejar mereka.

     “Bapak pendeta, maaf,” nafasku terengah-engah. “Siapa yang meninggal, Bapak pendeta?”

     “Ruth yang malang,” jawab Bapak Pendeta.

     Seorang anak kecil menangis  di depan peti mati. Anak kecil itu memegangi foto: Ruth!

     Aku seperti patung. Iring-iringan peti mati itu melintas. Anak kecil itu terus saja menangis digandeng pendeta. Anak kecil itu wajahnya seperti aku!

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==