Gerakan Membaca Koran di Indonesia

Saya membaca survey Nielsen Consumer & Media View (CMV) kuartal III 2017 yang dilakukan di 11 kota dan mewawancara 17.000 responden, saat ini media cetak (termasuk koran, majalah dan tabloid) memiliki penetrasi sebesar 8 persen dan dibaca oleh 4,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, 83 persennya membaca koran. Televisi masih merajai dengan penetrasi 96 persen atau dilihat 52,8 juta orang sementara radio 37 persen atau 11,9 juta orang.

Keempat anakku, hanya 2 orang yang pernah membaca koran nak pertama dan kedua; mereka generasi millenial. Saya sempat mengenalkan kepada mereka jenis media cetak, yaitu:

  • Surat kabar harian. Adalah jenis media cetak yang diterbitkan tiap hari.
  • Surat kabar mingguan. Jenis media cetak ini sering juga disebut tabloid.
  • Majalah mingguan. Adalah jenis majalah yang terbit tiap seminggu sekali.
  • Majalah tengah bulanan.
  • Majalah dwibulanan.
  • Majalah tribulanan.
  • Buletin.

Juga kami mengenalkan jenis surat kabar nasional, yaitu:

  • Jawa Pos.
  • Kompas.
  • Koran Jakarta.
  • Koran Tempo.
  • Koran Sindo.
  • Liputan Indonesia.
  • Media Indonesia.
  • Rakyat Merdeka

Anak ketiga dan keempat tidak pernah mengenal koran. Apalagi sekarang di Serang sudah tidak ada lagi Koran Tempo, Media Indonesia, dan Republika. Sesekali saja kami membeli KOMPAS. Terakhir kami berlangganan KOMPAS tahun 2021, tapi tidak ada yang membaca. Bahkan relawan Rumah Dunia. Koran nasional itu tergolek saja. Paling membuat saya keal, loper korannya tidak mau mengantarkan edisi KOMPAS Minggu.

Nah, mari kita lindungi media cetak seperti koran dan majalah ya. Media online tetap kita dukun. Sama-sama tetap hidup, ya.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==