Gong Smash: Antara Pramoedya Ananta Toer dan Gol A Gong

Pram, di luar jagat sastra, tetaplah manusia biasa. Seorang kakek yang serius sekaligus penuh canda. Gemar tertawa, tapi juga mudah lupa. Setiap aku baru bangun tidur, ia selalu berseru, “Ngopi dulu, Bung!”

Tanpa banyak bicara dan masih terhuyug-huyung, aku pun pergi ke dapur. Rupanya Ibu Maemunah―istri Pram, sudah membuatkan kopi panas untukku. Maka, agenda rutin kami saban pagi adalah duduk berdua di teras rumah sembari ngobrol soal apa saja. Setelah bosan merokok dan matahari mulai meninggi, kami pun sarapan.

Sehabis mandi dan siap bekerja, kulihat Pram sudah terlentang di karpet ruang tamu dengan mulut menganga. Menyisakan dengkuran keras yang mampu mengalahkan suara gergaji mesin sekalipun. Saat sore tiba, kami pergi ke ladang. Ia membakar sampah, sementara aku cuma duduk menonton sembari membakar rokok. Dan malam pun kami tutup dengan duduk-duduk berdua di bawah pohon nangka sambil mengudap pisang goreng.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. Ibaratnya seorang samurai dengan jalan pedangnya, Mas Gong bukan hanya menjadi Musashi di dunia penulisan, namun juga mengajarkan dan menurunkan ilmunya serta bergerak dan membangun peradaban menulis kepada generasi muda. Bersama teman-temannya, melalui Rumah Dunia, juga melalui Forum TBM. Menjadi Duta Baca Indonesia 2021-2025 adalah salah satu bukti pengakuan semua kalangan.

    1. Terima kasih, Kang Agus. Semoga Kang Agus juga meraih impiannya, melahirkan banyak buku dan menjadi guru yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==