Ceritanya aku tuh punya lemari dudukan kompor, bagian bawahnya bisa dipakai buat nyimpen piring gelas gitu. Tapi kubongkar sekat-sekat pemisah piring dan gantungan gelasnya. Biar rata gitu permukaannya.
Alas dari pabriknya adalah kawat tipis, jadi berisiko melengkung. Makanya mau aku tambah triplek buat dudukannya. Ini aku order onlen kayu-kayu MDF (aku lupa singkatan apa), harga per sentimeter 12 rupiah.

Jadi kalau aku perlu papan ukuran 43 x 60 cm persegi sebanyak 2 lembar, hitungannya jadi:43x60x12x2 = 61.920 rupiah. Itu belum ditambah biaya packing sekali orderan, untuk ukuran segini kena 4000.


Murah mahalnya tergantung seller juga, mungkin ada yang dapat harga di bawah itu, tapi aku udah beberapa kali order ke toko ini. Termasuk waktu beli papan buat dudukan dispenser yang ada di foto. Itu kubungkus plastik karena berisiko basah kena air dispenser. Idealnya dilapis cat anti air. Ribet, laa. Lebih praktis dibungkus plastik tebal.

Trus kenapa butuh gergaji mesin?

Ya buat motong kesalahan ukuran gini. Ini memang salahku yang mengukur tanpa memikirkan saat pintu lemari ditutup. Ya maklumlah, bukan kang kayu aselik. ![]()
Kalau ketebalan kayu masih di bawah 5 milimeter biasanya aku potong pakai cutter besar. Ini tebalnya 9 mm, nggak ada cutter yang mampu memotong dengan rapi. Takut hasilnya nanti tercabik-cabik seperti hatiku saat nonton di bioskop dan popcorn habis sebelum pilem selesai. Wkwkwk.

Emak-emak kok senangnya kerjaan pertukangan? Gapapa kan, ini bukan kerjaan berbasis gender, bestie.
Mungkin karena udah senang dan tertarik bidang itu. Dari remaja sudah diajarin almarhum bapak buat hal-hal teknik kayak bersihin karburator motor, amplas atau ganti busi, bersihin mesin tik, ganti pita, termasuk mengolesi pita mesin tik dengan minyak sereh saat darurat kehabisan tinta. Sekarang sih bagianku ngulik cartridge tinta printer. Anytime kukerjakan kalau perlu, sampai pernah kondangan dengan jari belepotan tinta karena habis beresin printer ngadat. Wkwkwk.

Salah satu impianku punya bengkel perkayuan, tapi yang menjunjung tinggi keamanan dan keselamatan kerja. Ini mah keinginan level tertier poin sekian puluh, jadi nggak terkabul ya gpp. Buat memelihara vibes ini aku paling senang ngadem di toko hardware saat ke mal. Meskipun lebih sering nggak beli kalau nggak perlu. Cuma lihatin alat-alat dan perkakas dengan teknologi baru aja udah senang. ![]()

Apakah tidak senang beli barang-barang girly? Owgh, tetap senang, dong, gais. Aku juga masih suka crafting bikin gelang atau bros gitu. Nanti kalau udah banyak stoknya aku gelar dagangan lagi.
Tias Tatanka


