Halalal Bihalal ke Bogor dan Purwakarta Naik Wuling

Selepas subuh kami meninggalkan rumah di Serang. Jordy menyetir. Jalan tol lancar. Hanya sampai di Kebon Nanas macet parah. Kami memutuskan ke luar di pintu tol IKEA – menyusuri jalan tol yang mulus di Serpong, Cinere, Andara, Kukusan, Cimanggis, terus Jatikarya, ke luar di pintu tol Kota Wisata. Saat mudik lebaran, jalan tol ke Nagrak dan Cibitung dibuka. Sekarang ditutup lagi, karena belum 100% mulus.

Jordy menyetir, Natasha duduk di sampingnya

Kami mamir dulu di rumah adik bungsu – Iva. Kami dijamu sarapan. Jordy memilih tidur, karena semalaman mengerjakan tugas kamusnya, menulis skenario. Saya masih mendengar dia zoom meeting pra produksi film pendek dengan kelompoknya. Dia kuliah di Akademi Film Yogyakarta.

Iva dan Tias sarapan di Cilengsi

Dari Cileungsi, Wuling mengambil rute perumahan Harvest, menyusuri jalan-jalan kecil kampung, melintasi kawasan perindustrian, dan Delta Mas. Kami masuk lagi ke jalan tol pintu Cikarang Barat. Terus ke Bandung, ke luar di Pasteur. Wuling sehat-sehat saja. Jordy nyaman menyetir.

Wuling, mobil dambaan keluarga

Dari Pasteur belok kiri ke Sukajadi, terus mendaki jalan Setia Budhi. Wuling kami parkir di terminal angkutan kota Ledeng, persis di depan UPI. Saya dan Tias mengantar Natasha ke kosannya.

Kamar kos Natasha

Saya terharu juga melihat kosannya yang ukuran 2X2 meter tapi terbilang mewah. Ada TV di kamarnya. Sebulan Rp. 1,3 juta. Saya bilang, “Papah sewaktu kuliah di UNPAD tahun 1982-85, kamar kostnya dari batako dan Rp. 10 ribu perbulan. Uang sakunya R. 25 ribu.”

Ngopi di Lesehan Alam bersama istri tersayang di kebun teh, Subang.

Setelah itu, Natasha ingin ikut ke Purwakarta. Kami tidak kembali ke jalan tol, tapi menuju Lembng. Makan siang di sana. Terus menuju Subang. Di kebun teh, ngopi dan istirahat. Selfie-wefie di kebon teh.

Gembira bersama istri tersayang di kebun teh, Subang.

Juga diselingi diskusi skenario yang dibikin Jordy. Ada rasa tidak percaya dan terharu. Jordy yang kuliah di Akademi Film Yogyakarta memilih jurusan di skenario. Dia sedang ada tugas film pendek. Saya memberinya masukan scene-scene konflik. Pengalaman sebagai senor creative di RCTI, 1996-2008 banyak gunanya juga.

Diskusi skenario film pendek di kebun teh, Subang.

Hujan deras sekitar 15 menit. Setelah reda, saya memutuskan ke Purwakarta lewat jalan Cagak, belok ke Sagala Herang, Wanayasa, dan tiba di Purwakarta pukul 17.00 WIB. Perjalanan yang panjang dan melelahkan, tapi gembira.

Situ Kahuripan Wanayasa, Purwakarta

Malamnya, saya dan Tias halal bihalal di rumah Didin – kakak. Jordy dan Natasha kelelahan, tidur di hotel. Kami juga mmilih naik Grab Gocar, Wuling biarkan istirahat di parkiran hotel. Di rumah Diin, anak-istri-cucu berkumpul. Kami dijamu nasi biryani.

Kami dijamu nasi biryani

Saya cukup senang melihat perkembangan Jordy menyetir. Dia sudah bisa diandalkan. Saya dan Tias duduk di jok belakang. Natasha yang duduk di sebelahnya cukup membantu dengan mengajaknya mengobrol atau mengingatkan agar berhati-hati.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==