Sedang apa aku di Amaris Tendean? Kamis 28 Juli 2022, aku mendapat undangan pemotretan dari OPPO. Lokasinya di Gedung Bank Mega di areal Trans TV. Aku termasuk dari 70 orang yang dipilih OPPO sebagai orang yang memberi inspirasi.

Kembali ke Mick Jagger. Logo bibir dowernya yang sexy dengan warna merah kutempel di jaket sebagai badge atau posternya berdampingan dengan Bung Karno. Jika sedang gembira, aku sering menyiulkan “I got sunsine in the cloudy day…. My girl….” Atau kalau lagi sedih, “Rubby Tuesday” kudendangkan….

Generasi 80-an pasti masih ingat ikon lidah ‘melet’ berwarna merah. Saya rasa kita sudah tidak asing lagi dengannya. Gambar itu ada dimana-mana, lintas generasi, di kamar tidur, di stiker angkot, di kaos-kaos, di tembok-tembok gang sempit hingga di pertokoan elit. “Lidah melet” sudah jadi bagian dari hidup kita.
Saking tergila-gilanya pada Mick Jagger, sekitar tahun 1990-an aku mengundang grup band lokal epigon Acid Speed Band ke Serang. Aku hanya ingin melihak sosok Mick Jagger dalam diri Rico Korompis, sang vocalis. Lumayan juga, mirip. Sayang, saat Mick Jagger manggung di Senayan tahun 1988, aku sedang berada di luar Jawa. Saat itu Ono Artist Promotions hanya mengundang Mick Jagger tanpa The Rolling Stones. Berakhir rusuh. Saat itu Mick jagger sedang getol membuat solo album ; She’s the Boss (1985), Primitive Cool (1987).

Sir Michael Philip ‘Mick’ Jagger rocker yang digilai perempuan asal Inggris kelahiran 26 Juli 1943. Sebagai vocalis band rock, dia sangat fenomenal. Jika di panggung, dia tidak pernah berhenti berlari-lari ke sana ke mari, bisa mencapai 15 kilometer. Saya sering berburu segala sesuatu yang berbau Mick Jagger.

Ketika di Bandung, 1982 – 85, setiap ada festival musik The Rolling Stones, saya pasti nonton. Apalagi kalau bintang tamunya Deddy Stanzah. Pengaruh The Rolling Stones – berdiri di London pada Januari 1963, sangat kuat pada anak muda Indonesia generasi 70 hingga 80-an. Mereka menyodorkan musik jalanan, pemberontak, menyuarakan kebebasan yang digandrungi anak muda. Life style (gaya hidup) mereka membuat resah para orang tua seluruh dunia.

Saya saja sempat terpengaruh. Di novel Balada Si Roy, tentu The Rolling Stones menjadi ilustrasi musik bagi penulisan dan pengembangan karakter tokoh “Roy”.
Tapi Mick Jagger mencintai Indonesia, terutama Bali. Jagger menikahi Jerry Hall, super model dunia di Bali pada 21 November 1990. Tanpa publisitas, Jagger sering liburan ke Bali. Tentu
Oh, Mick Jagger, lagu-lagumu pernah mengisi masa mudaku. I cant get no, satisfaction….
Gol A Gong


