Saat sampai di Kalkuta, hubby baru saja pulih dari diare parah karena salah makan. Ketika aku perlu membeli sesuatu, beliau mengizinkan aku sendirian menyusuri blok sekeliling Sudder Street tempat kami menginap. Ruas jalan ini adalah kawasan langganan para petualang tinggal, dan pernah ditempati hubby berbulan-bulan saat lajang, jadi insyaallah beliau percaya aku akan aman. Alhamdulillah aku kembali ke hotel dengan selamat sehat wal afiat.

Sepanjang jalan itu aku melihat India sebenarnya, bukan hanya dari filmnya yang gemerlap dan warna-warni. Aku sempat protes ke hubby, kenapa perjalanan ke India harus dimulai dari Kalkuta dan Sudder Street. Namun, besoknya aku mulai mengerti, aku harus belajar bersyukur dengan banyak nikmat dalam hidupku. Melihat kumuhnya salah satu sudut Kalkuta membuat aku belajar tempat lain selain rumah dan tanah air yang nyaman.
Aku belajar mengganti rasa curiga menjadi waspada, rasa jijik menjadi maklum, dan mengatasi ketakutan terhadap tempat baru yang grungy. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih ![]()

