Tidak mudah membuat puisi orang-orangan sawah ini. Kita harus memerhatikan fenomenanya. Kenapa para petani tidak lagi memasang orang-orangan sawah? Jangan-jangan yang mencuri dirinya juga, bersekongkol dengan yang berjas-dasi.

Orang-orangan Sawah
orang-orangan sawah tak ada lagi
belantara sawah petak-petak padi
mengusir burung-burung
mengusir kantuk petani
mengusik angin-angin
tak ada cerita kancil menempel di badanmu
tak ada topi petani menakuti burung
tak ada rentang tangan kaku
tak ada gubuk
tak ada orang-orangan di sawahku.
Serang, September 1996

Puisi ini ada dalam buku BEBEGIG, Kumpulan Puisi 7 Penyair Serang. Bebegig itu dala bahasa Jawa Serang, artinya ya orang-orangan sawah.
Tias Tatanka


