Kami dikumpulkan di lapangan. Mata kami ditutup dengan kain, kecuali barisan yang belakang tidak ditutup matanya, karena untuk mengarahkan teman-teman yang matanya tertutup. Kami berjalan hingga merangkak di lumpur yang membuat baju kami kotor. Kami berteriak untuk mendapatkan arahan dari yang belakang.

Setelah melewati rintangan yang berlumpur, kami melanjutkan permainan estafet tepung yang dituangkan ke gelas, lalu dioper sampai ke belakang. Siapa paling banyak tepungnya, dialah pemenangnya. Alhamdulillah, kelompok saya paling banyak dan mendapatkan juara 1.
Memasuki sore hari, dengan pakaian kami yang tentunya sudah bersih, semua kelompok melakukan pensi (pentas seni), dimana masing-masing kelompok menampilkan pertunjukan seni di depan kakak-kakak panitia dan teman-teman mahasiswa baru ainnya. Kelompok saya menyanyi lagu kenangan manis -pamungkas, bertaut -nadin.

Usai pentas seni, kami semua mahasiswa baru diberi tugas untuk mendapatkan tanda tangan dari kakak tingkat atau kakak panitia, minimal 10 orang.
Malamnya kami melakukan screening film dari individu maupun kelompok. Sebelumnya ada pekan Mahasiswa Baru (Maba). Saya pernah beberapa kali terlambat datang ke kampus. Maklum,sewaktu sekolah di SMA, pagi-pagi suka dibangunin orangtua atau saudara. Hukumannya waktu pekan Maba itu, saya kebagian tugas bikin film pendek individu. Ya, diposisi itu yang saya rasa adalah malu. Ya, malu. karena saya bekerja sendiri, mengangkat alat-alat syuting sendiri tanpa bantuan teman-teman kelompok maupun teman-teman saya lainnya sementara yang lain kerja kelompok.


