Seperti saat tiba di Brunei Darulsalam. 16 April 2018, saat saya dan Jack Alawi Tur Borneo, Zefri Ariff dan Kamarul Othman – keduanya dari Dewan Kesenian Brunei Darussalam, langsung mengajak kami makan siang. Mereka memperlakukan kami sangat baik sebagai tamu. Saya merasa tersanjung. Saya senang. Dan itu bukan perayaan pertama, tapi terus berlanjut ketika bertemu dengan komunitas diaspora Indonesia.

Begitulah traveling. Selain meja makan menjadi perayaan pertemuan, juga untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Kita tahu, olahraga yang mudah dan trend sekarang adalah jalan kaki. Semua orang ingin langing. Jika jalan cepat selama 30 menit sekitar 100-300 kalori hilang. Bayangkan jika sedang traveling, saya selalu jalan kaki meyusuri kota. Cadangan gula sebagai energi di tubuh saya hilang. Berpa kalori yang harus saya ganti.

Makan adalah solusi tepat untuk tetap bugar saat traveling. Dalam sehari, saya sebagai lelaki dewasa membutukan 2500 kalori per hari. Itu bisa didapat dari daging, susu, telor, alpukat. Tubuh saya saat traveling seimbang mengeluarkan dan memasukkan kalori ke dalam tubuh. Itulah kunci tetap sehat saat traveling.

Jadi, jika saat traveling ada yang mengajak kamu makan, terimalah dengan senang hati. Tubuhmu membutuhkan itu. Makan yang banyak saat traveling tidak akan membuatmu gemuk dengan lemak. Percayalah.
#turborneo #gempaliterasi #brunei #gerakanliterasinasional


