
Jika sedang menulis di sini, aku memerhatikan pintu kamar lainnya. Terkenang 15 tahun lalu. Keempat anak kami masih berkumpul. Sekarang mereka serupa empat anak panah, yang melesat ke mimpinya masing-masing.

Si sulung Nabila sedan menyelesaikan skripsi di Ghuangzhou, Gabriel yang kedua sudah 12 tahun di Abu Dhabi, si kriwil Jordy di Yogyakarta menekuni film, dan putri bungsu Natasha tekun belajar bahasa Korea di Bandung.

Kami memang mendorong mereka untuk bertebaran di muka bumi. Kami harus membantu mewujudkan mimpi mereka.

Tapi jujur saja, jika sedang menulis di sini, di setiap sudutnya, aku seperti melihat mereka masih kanak-kanak; kami tertawa dan bergembira. Aku selalu merindukan merekka.
Pada akhirnya, aku dan Tias kembali berdua…
Gol A Gong



Mantap mas Gol A Gong, semoga terus menerus menulis utk dunia.Di pojok ini,aku selalu mengingat mereka yg pernah kita jumpai dalam kehidupan kita… salam Literasi…