Maka rasa terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, bapak Muhammad Syarif Bando, juga kepada Deputi Bidang Pengembangan Sumbernya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, bapak Adin Bondar, dan kepada Plt. Kepala Pusat Analisis dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ibu Dewi Kartikasari. Serta kepada seluruh pejabat lain dan staff di lingkungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang telah dengan kompak membantu menyukseskan seluruh kegiatan Duta Baca Indonesia.


Selama tahun 2023 Duta Baca Indonesia telah menyelesaikan 12 kegiatan yang diamanahi oleh Perpustakaan Nasional RI, 12 kegiatan tersebut berupa talkshow dan pelatihan menulis. Pada tahun ini lokus kegiatan tidak hanya berfokus pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah saja, akan tetapi mencakup kampus, pondok pesantren, bahkan komunitas. Seluruh talkshow dan pelatihan mengangkat tema “Membaca itu sehat, menulis itu hebat”.

Berikut lokus 12 kegiatan Duta Baca Indonesia di tahun 2023:
1.Perpustakaan Nasional RI, Jakarta,
2.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kabupaten Pasaman Barat,
3.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Riau,
4.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kabupaten Sumba Timur,
5.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Bengkulu,
6.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Batu,
7.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Kepri,
8.Pondok Pesantren Tebuireng Jombang,
9.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kabupaten Bandung,
10.Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Sawahlunto,
11.UIN Alauddin Makassar,
12.Komunitas Rumah Dunia Kota Serang.

Pada beberapa kegiatan Talkshow dan Pelatihan Kepenulisan tersebut, Duta Baca Indonesia menambah waktu kunjungannya untuk bersafari literasi, mengunjungi komunitas-komunitas literasi untuk berbagi pengalaman membuat program kegiatan, bedah buku dan film, peluncuran buku, pesta puisi, berdiskusi soal ISBN, serta mensosialisasikan lomba kepenulisan konten lokal yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional.


Selain itu mewawancarai dan berdiskusi dengan kepala daerah, tokoh literasi, atau kepala perpustakaan daerah untuk mendorong mereka membuat Perda literasi, merespon UU Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Selanjuta, mendatangi sekolah untuk pelatihan menulis di tingkat SLTP dan SLTA, hingga ke level TK/PAUD mengenalkan literasi dasar dan karakter kepada anak usia dini dengan program “Celemek Ajaib Paman Gong” dan untuk gurunya, pelatihan membuat alat peraga literasi dari dus bekas. Jika datang ke kampus Duta Baca Indonesia akan memberi kuliah umum.



