Tapi setelah itu, perasaan si mahasiswa kampung tersebut bercampur aduk antara bahagia, malu, takut, khawatir dan cemas, dadanya merasa sesak, bukan karena apa-apa. Pasalnya, si mahasiswa kampung ini tak punya sepeserpun dana untuk membayar ataupun sekedar memberikan bingkisan untuk diberikan kepada Gol A Gong.

Si Mahasiswa kampung tersebut merasa malu dan cemas, ia khawatir Gol A Gong kecewa. Udah jauh-jauh datang, gak dapat apapun. Si mahasiswa kampung ini kocar-kacir, ia ngebut naik motor pulang ke rumahnya untuk ngorek celengan sebelum Gol A Gong pulang.
“Pak Gol A Gong saya cuma ada ini (buah melon) untuk oleh-oleh, sekali lagi saya mohon maaf sudah merepotkan, yaa Allah sekali lagi terimakasih banyak Pak Gol A Gong”
Pak Gol A Gong melempar senyum dan berkata,”Iya gak apa-apa, terima kasih banyak juga ini ya,” jawabnya dengan santai dan senang hati.

